Friday, March 9, 2012

PERILAKU KONSUMEN

BAB I

PENDAHULUAN

1.1. Latar Belakang

"Konsumen, bagaimana dengan perkiraan konsumen yang akan membeli produk kita? Berapa prakiraan konsumen yang akan menggunakan produk ini jika kita lakukan plan A? bagaimana jika plan B kita terapkan? Apakah ada bentuk penanggulangan jika plan A maupun plan B tidak berhasil dilaksanakan?” itulah kalimat-kalimat gundah yang seringkali terdengar di kalangan para pebisnis maupun wirausahawan yang sedang menapaki ranah perdagangan barang dan jasa dalam sebuah rapat perencanaan strategis mereka di bidang pemasaran

Tak diragukan lagi, sasaran dari pebisnis dan wirausahawan tersebut ialah untuk dapat menjaring konsumen sebanyak-banyaknya agar dapat menggunakan atau membeli produk mereka.

Berbagai cara telah dilakukan oleh pebisnis dan wirausahawan untuk dapat menaikkan rating penjualan atas produk mereka, ada sebagian yang berhasil menarik simpati para konsumen. Namun tidak sedikit pula dari mereka yang akhirnya menemukan kegagalan dalam perencanaan strategi marketing mereka dan terpuruk akibat sedikitnya minat konsumen terhadap produk mereka.

Lalu bagaimana sekarang? permasalahannya ialah, apa yang menyebabkan mereka menjadi gagal dalam memasarkan produk mereka? Mengapa mereka bisa gagal?

Jawaban dari pertanyaan diatas merupakan satu pertanyaan lagi yang memang sudah menjadi pertanyaan klasik di dunia perdagangan barang & jasa. Pertanyaan tersebut ialah bagaimana cara agar konsumen mau dan tertarik untuk membeli produk dari para pebisnis maupun wirausahawan tersebut?

Memang terlihat sedikit lucu dikarenakan untuk menjawab sebuah pertanyaan kita dihadapkan pada pertanyaan lagi. Namun, menurut kami itulah solusi terbaik yang dapat diambil untuk memecahkan kendala-kendala yang dihadapi ketika sebuah stategi marketing gagal dijalankan.

Hal inilah yang mendasari kelompok kami untuk melakukan analisa masalah dalam bentuk makalah terhadap perilaku konsumen di era globalisasi seperti saat ini.

1.2. Identifikasi Masalah

Berdasarkan uraian latar belakang diatas, maka kami dapat mengidentifikasikan masalah yakni sebagai berikut :

- Bagaimana cara memahami perilaku konsumen tentang pandangannya akan suatu produk yang ada?

- Pendekatan-pendekatan apa saja yang sebaiknya dilakukan agar kita dapat memahami seluk beluk perilaku konsumen?

1.3. Maksud & Tujuan Penulisan

Maksud dan tujuan dari penulisan kami ini ialah untuk mengetahui kecenderungan perilaku konsumen dalam menyikapi suatu produk dan juga untuk mengetahui cara dan metode terbaik dalam pemahaman akan perilaku konsumen itu sendiri sehingga para pebisnis dan juga wirausahawan dapat menerapkan strategi terbaik dalam pemasaran produk mereka agar diminati oleh konsumen.

BAB II

PERILAKU KONSUMEN

Perilaku konsumen merupakan suatu proses dan aktivitas ketika seseorang berhubungan dengan pencarian, pemilihan, pembelian, penggunaan, serta pengevaluasian produk dan jasa demi memenuhi kebutuhan dan keinginan.

Perilaku konsumen merupakan hal-hal yang mendasari konsumen untuk membuat keputusan pembelian. Untuk barang berharga jual rendah (low involvement) proses pengambilan keputusan dilakukan dengan mudah, sedangkan untuk barang berharga jual tinggi (high involvement) proses pengambilan keputusan dilakukan dengan pertimbangan yang matang.

Perilaku konsumen adalah aktivitas seseorang saat mendapatkan, mengkonsumsi, dan membuang barang atau jasa (Blackwell, Miniard, & Engel, 2001). perilaku konsumen sendiri dapat di definisikan sebagai interaksi dinamis dari pengaruh dan kesadaran, perilaku, dan lingkungan dimana manusia melakukan pertukaran aspek hidupnya. Dengan kata lain perilaku konsumen mengikutkan pikiran dan perasaan yang dialami manusia dan aksi yang dilakukan saat proses konsumsi.

Perilaku konsumen menitikberatkan pada aktivitas yang berhubungan dengan konsumsi dari individu. Perilaku konsumen berhubungan dengan alasan dan tekanan yang mempengaruhi pemilihan, pembelian, penggunaan, dan pembuangan barang dan jasa yang bertujuan untuk memuaskan kebutuhan dan keinginan pribadi.

Berdasarkan definisi di atas dapat disimpulkan bahwa perilaku konsumen adalah tindakan-tindakan yang dilakukan oleh individu, kelompok atau organisasi yang berhubungan dengan proses pengambilan keputusan dalam mendapatkan, menggunakan barang-barang atau jasa ekonomi yang selalu berubah dan bergerak sepanjang waktu.

Menurut Handi Irawan, Perilaku Konsumen Indonesia dikategorikan menjadi sepuluh, yaitu :

1. Berpikir jangka pendek (short term perspective), ternyata sebagian besar konsumen Indonesia hanya berpikir jangka pendek dan sulit untuk diajak berpikir jangka panjang, salah satu cirinya adalah dengan mencari yang serba instant.

2. Tidak terencana (dominated by unplanned behavior). Hal ini tercermin pada kebiasaan impulse buying, yaitu membeli produk yang kelihatan menarik (tanpa perencanaan sebelumnnya).

3. Suka berkumpul. Masyarakat Indonesia mempunnyai kebiasaan suka berkumpul (sosialisasi). Salah satu indicator terkini adalah situs social networking seperti Facebook dan Twitter sangat diminati dan digunakan secara luas di Indonesia.

4. Gagap teknologi (not adaptive to high technology). Sebagian besar konsumen Indonesia tidak begitu menguasai teknologi tinggi. Hanya sebatas pengguna biasa dan hanya menggunakan fitur yang umum digunakan kebanyakan pengguna lain.

5. Berorientasi pada konteks (context, not content oriented). Konsumen kita cenderung menilai dan memilih sesuatu dari tampilan luarnya. Dengan begitu,konteks-konteks yang meliputi suatu hal justru lebih menarik ketimbang hal itu sendiri.

6. Suka buatan Luar Negeri (receptive to COO effect). Sebagian konsumen Indonesia juga lebih menyukai produk luar negeri daripada produk dalam negeri, karna bias dibilang kualitasnya juga lebih bagus dibanding produk di Indonesia

7. Beragama(religious). Konsumen Indonesia sangat peduli terhadap isu agama. Inilah salah satu karakter khas konsumen Indonesia yang percaya pada ajaran agamanya. Konsumen akan lebih percaya jika perkataan itu dikemukakan oleh seorang tokoh agama, ulama atau pendeta. Konsumen juga suka dengan produk yang mengusung simbol-simbol agama.

8. Gengsi (putting prestige as important motive). Konsumen Indonesia amat getol dengan gengsi. Banyak yang ingin cepat naik “status” walau belum waktunya. Saking pentingnya urusan gengsi ini, mobil-mobil mewah pun tetap laris terjual di negeri kita pada saat krisis ekonomi sekalipun. Menurut Handi Irawan D,ada tiga budaya yang menyebabkan gengsi. Konsumen Indonesia suka bersosialisasi sehingga mendorong orang untuk pamer. Budaya feodal yang masih melekat sehingga menciptakan kelas-kelas sosial dan akhirnya terjadi “pemberontakan” untuk cepat naik kelas. Masyarakat kita mengukur kesuksesan dengn materi dan jabatan sehingga mendorong untuk saling pamer.

9. Budaya lokal (strong in subculture). Sekalipun konsumen Indonesia gengsi dan menyukai produk luar negeri, namun unsur fanatisme kedaerahan-nya ternyata cukup tinggi. Ini bukan berarti bertentangan dengan hukum perilaku yang lain.

10. Kurang peduli lingkungan (low consciousness towards environment). Salah satu karakter konsumen Indonesia yang unik adalah kekurangpedulian mereka terhadap isu lingkungan. Tetapi jika melihat prospek kedepan kepedulian konsumen terhadap lingkungan akan semakin meningkat, terutama mereka yang tinggal di perkotaan begitu pula dengan kalangan menengah atas relatif lebih mudah paham dengan isu lingkungan. Lagi pula mereka pun memiliki daya beli terhadap harga premium sehingga akan lebih mudah memasarkan produk dengan tema ramah lingkungan terhadap mereka.

A. PENDEKATAN PERILAKU KONSUMEN

Teori tingkah laku konsumen dapat dibedakan dalam dua macam pendekatan yaitu:

1. Pendekatan nilai guna (Utility) Kardinal

2. Pendekatan nilai guna Ordinal

Pendekatan nilai guna (Utility) Kardinal

Pendekatan nilai guna (Utility) Kardinal atau sering disebut dengan teori nilai subyektif : dianggap manfaat atau kenikmatan yang diperoleh seorang konsumen dapat dinyatakan secara kuantitif / dapat diukur, dimana keseimbangan konsumen dalam memaksimumkan kepuasan atas konsumsi berbagai macam barang, dilihat dari seberapa besar uang yang dikeluarkan untuk membeli unit tambahan dari berbagai jenis barang akan memberikan nilai guna marginal yang sama besarnya. Oleh karena itu keseimbangan konsumen dapat dicari dengan pendekatan kuantitatif.

- Kepuasan seorang konsumen dalam mengkonsumsi suatu barang dapat diukur dengan satuan kepuasan. Misalnya: mata uang.

- Setiap tambahan satu unit barang yang dikonsumsi akan menambah kepuasan yang diperoleh konsumen tersebut dalam jumlah tertentu.

Kepuasan marginal (marginal utility). Tambahan kepuasan yang diperoleh dari penambahan jumlah barang yang dikonsumsi. Hukum tambahan kepuasan yang semakin menurun (The Law of Diminishing Marginal Utility). Besarnya kepuasan marginal akan selalu menurun dengan bertambahnya jumlah barang yang dikonsumsi secara terus menerus.

Pendekatan nilai guna ordinal

Pendekatan nilai guna ordinal atau sering juga disebut analisis Kurva indeference : manfaat yang diperoleh masyarakat dari mengkonsumsikan barang-barang tidak kuantitif / tidak dapat diukur. Pendakatan ini muncul karena adanya keterbatasan - keterbatasan yang ada pada pendekatan cardinal, meskipun bukan berarti pendekatan cardinal tidak memiliki kelebihan.

Kelemahan pendekatan ordinal

Kepuasan konsumen dari mengkonsumsi barang dapat diukur dengan satuan kepuasan. Pada kenyataannya pengukuran semacam ini sulit dilakukan.

Persamaan kardinal dan ordinal

Persamaan cardinal dan ordinal yaitu sama-sama menjelaskan tindakan konsumen dalam mengkonsumsi barang-barang yang harganya tertentu dengan pendapatan konsumen yang tertentu pula agar konsumen mencapai tujuannya (maximum utility).

Perbedaan kardinal dan ordinal

Nilai guna (Utility) Kardinal menganggap bahwa besarnya utility dapat dinyatakan dalam bilangan/angka. Sedangkan analisis ordinal besarnya utility dapat dinyatakan dalam bilangan / angka.

Analisis cardinal mengunakan alat analisis yang dinamakan marginal utiliy(pendekatan marginal). Sedangkan analisis ordinal menggunakan analisis indifferent curve atau kurva kepuasan sama.

B. KONSEP ELASTISITAS

Dalam ilmu ekonomi, elastisitas adalah perbandingan perubahan proporsional dari sebuah variabel dengan perubahan variable lainnya. Dengan kata lain, elastisitas mengukur seberapa besar besar kepekaan atau reaksi konsumen terhadap perubahan harga. Elastisitas juga merupakan salah satu konsep penting untuk memahami beragam permasalahan di bidang ekonomi. Konsep elastisitas sering dipakai sebagai dasar analisis ekonomi, seperti dalam menganalisis permintaan, penawaran, penerimaan pajak, maupun distribusi kemakmuran.

· Elastisitas Harga Permintaan (Price Elasticity of Demand) adalah tingkat perubahan permintaan terhadap barang/jasa, yang diakibatkan perubahan harga barang/jasa tersebut. Besar atau kecilnya tingkat perubahan tersebut dapat diukur dengan angka-angka yang disebut koefisien elastisitas.

· Elastisitas Silang (Cross Elasticity) menunjukkan hubungan antara jumlah barang yang diminta terhadap perubahan harga barang lain yang mempunyai hubungan dengan barang tersebut. Hubungan tersebut dapat bersifat pengganti, dapat pula bersifat pelengkap. Terdapat tiga macam respons prubahan permintaan suatu barang.

1. Elastisitas Silang Positif

Peningkatan harga barang A menyebabkan peningkatan jumlah permintaan barang B. Sebagai contoh, peningkatan harga kopi meningkatkan permintaan terhadap teh. Kopi dan teh merupakan dua barang yang dapat saling menggantikan (barang substitutif).

2. Elastisitas silang negatif

Peningkatan harga barang A mengakibatkan turunnya permintaan barang B. Sebagai contoh, peningkatan harga bensin mengakibatkan penurunan permintaan terhadap kendaraan bermotor. Kedua barang tersebut bersifat komplementer (pelengkap).

3. Elastisitas silang nol

Peningkatan harga barang A tidak akan mengakibatkan perubahan permintaan barang B. Dalam kaus semacam ini, kedua macam barang tidak saling berkaitan. Sebagai contoh, kenaikan harga kopi tidak akan berpengaruh terhadap permintaan kendaraan bermotor.

· Elastisitas pendapatan adalah suatu perubahan (peningkatan/penurunan) daripada pendapatan konsumer yang akan berpengaruh terhadap permintaan berbagai barang, besarnya pengaruh perubahan tersebut diukur dengan apa yang di sebut elistisitas pendapatan

CONTOH KASUS

Alasan mengapa kami mengangkat tema ini adalah karena melihat dari sisi melonjaknya permintaan terhadap sebuah alat komunikasi yang bersangkutan dengan persaingan pemasaran. Tidak dipungkiri memang kedua produk tersebut adalah produk yang sedang booming di masyarakat terutama pada kalangan remaja. Terdapat beberapa perbandingan yang signifikan, mungkin baik di sisi aplikasi maupun sisi kelebihannya untuk membantu proses kegiatan berkomunikasi dengan orang di seluruh penjuru dunia.

Produk Blackberry

Peminat ponsel Blackberry memang sekarang sedang tinggi-tingginya. Produk asal Kanada ini memang terbukti ampuh dalam merebut pasar dunia. Di Indonesia pun ponsel merek ini mampu membuat trend di kalangan masyarakat. Dari kalangan artis, pejabat, bahkan masyarakat biasa pun banyak menjadi pengguna ponsel Blackberry. Tapi dari begitu populernya Blackberry di mata masyarakat, apakah anda tahu kelebihan dan kekurangan ponsel Blackberry? Untuk itu kami ingin menjelaskan apa sebenarnya kelebihan Blackberry dan apa Kelemahannya. Agar kita tidak hanya mengikuti arus, namun biarlah kebutuhan menjadi pertimbangan dalam memutuskan apakah Blackberry benar-benar menjadi kebutuhan dan solusi bagi anda.

Produk android

Hadirnya ponsel android di Indonesia mampu menarik banyak minat masyarakat khususnya dikalangan remaja untuk berbondong-bondong mencoba produk baru ini. Karena banyaknya aplikasi di android yang menawarkan sesuatu yang berbeda di banding produk sebelumnya. Biasanya produk ini dipakai oleh kalangan gamers. Android membuat gebrakan baru dengan banyaknya versi dan penambahan aplikasi yang semakin canggih dan diminati. Produk ini diperkirakan bisa di sejajarkan dengan aplikasi yang terdapat di dalam produk Blackberry.

Keunggulan dan kelemahan Blackberry dan Android

1. Performance

Blackberry : Cepat dan stabil. Namun terkadang sering terjadi phone-hang yang mengharuskan Anda mengeluarkan baterai dari tempatnya dan yang paling merepotkan adalah proses re-boot yang menghabiskan waktu sekitar 3-8 menit.

Android: Sangat cepat. Belum ada keluhan tentang phone-hang yang mengharuskan baterai di keluar secara paksa dari tempatnya, kecuali jika menggganti SIM card. Proses re-boot berlangsung cepat.

2. Baterai

Blackberry : Umur baterai BB memang luar biasa. Ya, wajar saja karena BB tidak banyak melakukan proses berbagai aplikasi seperti pada Android.

Android : Tergolong boros, terkadang bisa sampai satu hari. Namun harus diingat bahwa ponsel Android memakai baterai untuk banyak hal. Contohnya jika Anda memakai ponsel Android untuk browsing web atau melihat video sampai dengan 1 jam, pastinya membutuhkan daya baterai lebih. Dan, bisakah BlackBerry melakukan hal yang sama selama itu?

3. Email

Blackberry : Email pada BB memang menjadi andalan RIM. Gmail pada BB pun telah dioptimalkan fungsinya, tapi tentu saja tidak sebaik pada Android.

Android : Apa yang Anda ragukan dari Gmail buatan Google yang dijalankan pada Android yang juga buatan Google?

4. User Interface (UI)

Blackberry : Membosankan.

Android : Anda bahkan tidak akan merasa lelah untuk menjelajah setiap sudut ponsel Android. Dijamin.

5. Web Browsing

Blackberry : Sangat melelahkan karena Anda harus mengakui itu.

Android : Disinilah letak kelebihan Android. Android menjadi pemenang jika dibandingkan dengan semua mobile OS. Jika membandingkan web browsing pada Android dengan Blackberry, seperti siang dan malam saja. Jauh berbeda.

6. Aplikasi

Blackberry : Blackberry memang memiliki segudang aplikasi, tapi di saat yang sama iPhone juga semakin jauh meninggalkan Blackberry. Jadi lebih baik melihat apa yang bisa dilakukan Blackberry untuk menyusul ketertinggalannya di belakang iPhone OS dan Android.

Android : Semakin banyak aplikasi yang dulunya hanya ada di iOS, kini sudah ada versi Android-nya. Pesaing sebenarnya dari Android adalah iPhone, bukan Blackberry

BAB III

PENUTUP

Kesimpulan

Perilaku konsumen adalah proses dan aktivitas ketika seseorang berhubungan dengan pencarian, pemilihan, pembelian, penggunaan, serta pengevaluasian produk dan jasa demi memenuhi kebutuhan dan keinginan.

Perilaku konsumen merupakan hal-hal yang mendasari konsumen untuk membuat keputusan pembelian. Untuk barang berharga jual rendah (low involvement) proses pengambilan keputusan dilakukan dengan mudah, sedangkan untuk barang berharga jual tinggi (high involvement) proses pengambilan keputusan dilakukan dengan pertimbangan yang matang.

Perilaku konsumen sendiri dapat di definisikan sebagai interaksi dinamis dari pengaruh dan kesadaran, perilaku, dan lingkungan dimana manusia melakuk.an pertukaran aspek hidupnya. Dalam kata lain perilaku konsumen mengikutkan pikiran dan perasaan yang dialami manusia dan aksi yang dilakukan saat proses konsumsi

DAFTAR PUSTAKA

Referensi :

Mangkoesoebroto, Guritno, 1993, ”Ekonomi Publik,” Yogyakarta: BPFE

Rosen, Harvey S., 1999, ”Public Finance,” 5th ed, United States: McGraw-Hill Companies

Sudarman, Ari, 2000, ”Teori Ekonomi Mikro,” Buku 1, Yogyakarta: BPFE

http://fachmiulilmaulana.blogspot.com/2010/11/tipe-tipe-konsumen_1853.html

http://ariefsz.blogspot.com/2011/04/pendekatan-kardinal-dan-ordinal.html

http://arvisajah2.blogspot.com/2011/02/elastisitas-pendapatan-income.html

http://drfadli.blogdetik.com/files/2010/05/konsepelatisitas.pdf

KELAS 2KA14

NAMA KELOMPOK 2 :

· ADIT PRASETYO (10110175)

· ANEIS TIRTA PERTIWI (10110781)

· AYUNDA A. LARASSATI (11110262)

· FEBRY SURYA D (12110707)

· KINANTAN (13110904)

· MUHAMMAD FAJRI (14110690)

· RIAN WAHYUDI (15110871)

· TIARA SEPTINIA (16110891)

· YULIA RAHMAYANTI (18110749)

Thursday, March 1, 2012

Multi Level Marketing

Pada kesempatan kali ini saya akan membahas dan berpendapat tentang sesuatu yang sedang marak2nya di kalangan masyarakat indonesia, yaitu multi level marketing atau yang biasa di sebut dengan MLM. Sebelumnya saya akan mengulas definisi, apa sih arti dari multi level marketing itu? oke langsung to the point aja,

Multi level marketing adalah suatu sistem dalam suatu perusahaan dimana cara kerja utamanya yaitu dengan cara merekrut orang (mengajak orang untuk bergabung). Setelah kita bergabung, kita di wajibkan mengajak orang lain untuk ikut bergabung bersama2, dan begitu seterusnya. Anda bergabung, di wajibkan mengajak 2 orang untuk ikut bergabung itu namanya sistem binary (2 kaki). Anda bergabung di wajibkan mengajak orang sebanyak2nya (tidak di tentukan jumlahnya) itu di sebut dengan sistem matahari.

Banyak sekali macam-macam multi tevel marketing yang ada di indonesia kira2 -+600an. Macam2 cara mereka dalam menjalankan sistemnya tersebut. Ada yang dengan cara berjualan, ada juga dengan cara merekrut orang.

Untuk MLM2 yang saya ketahui, atau tidak asing di dengar yaitu mlm besar seperti MNI (melia nature indonesia), oriflame, tiansi, dan shoppie martin.

Untuk oriflame, tiansi, dan shoppie martin mereka menggunakan sistem berjualan, selain berjualan, agar cepat naik level mereka di wajibkan me-rekrut atau mengajak orang sebanyak2nya (sistem matahari) untuk bergabung (join). Misalnya kita berhasil menjual produk ke orang lain, kita akan mendapatkan bonus sekian persen (tergantung ketentuan perusahaan masing2) dari harga produk yang kita jual. Semakin tinggi level kita, maka semakin banyak pula bonus2 yang akan kita dapatkan. Sebaliknya, semakin di bawah posisi kita maka semakin kita harus bekerja lebih keras berjualan dan mengajak orang untuk bergabung sampai posisi kita berhasil sampai di level atas.

Selanjutnya untuk MLM MNI (melia nature indonesia). MLM MNI ini mlm yang sedang sangat booming2nya di kalangan masyarakat. Saya akan mengulas beberapa bagian tentang MNI yang saya ketahui. Di MNI ini mereka tidak menggunakan sistem berjualan, mereka hanya menggunakan sistem mengajak orang untuk berjoin, dengan sistem binary (2 kaki). Anda bergabung maka anda di wajibkan mengajak 2 teman anda (sebut saja A dan B). setelah A dan B join maka tugas anda selanjutnya yaitu membina A dan B supaya bagaimana kedua orang tersebut masing2 bisa mengajak 2 orang temannya lagi. Begitu seterusnya, 2 orang mengajak 2 orang temannya yang lain sehingga membentuk suatu team besar.

Untuk join anda di wajibkan membeli minimal 1 paket produk, senilai 550rb rupiah. Setelah itu anda mengajak orang lain untuk berjoin, caranya sama, mereka juga harus membeli minimal 1 paket produk senilai 550rb rupiah. Kalau menurut saya secara tidak langsung sama dengan berjualan, tapi caranya agak sedikit berbeda yaitu orangnya yang kita rekrut untuk berjoin dan membeli 1 paket produk.

Komentar saya tentang MLM sangat tidak setuju. Karena menurut saya mlm sangat tidak mendidik. Banyak anak2 muda di bawah umur, pelajar2 di prospek untuk berjoin sehingga mereka menelantarkan pendidikan. Terlebih saya sangat prihatin bila sarana pendidikan seperti kampus/sekolah di jadikan tempat prospek. Saya sebagai salah satu dari sekian banyak orang yang pernah terjebak dalam sistem MLM sangat menyayangkan sekali bila melihat teman2 saya ikut terjerumus kedalam mlm. Oke cukup sekilas komentar saya tentang mlm. Sebagai (mantan/alumni) dari suatu mlm, di kesempatan berikutnya saya akan membuka semua kilasan tentang mlm yang pernah saya ikuti, sampai jumpaaaa.....................;)

Wednesday, February 29, 2012

Kesan-kesan pertama bertemu dosen softskill

Pertama kali saya masuk di semester 4 ini khususnya untuk mata kuliah softskill yang di ajarkan oleh ibu Ira Phajar Lestari. Kesan-kesan saya pertama kali melihat ibu ira, untuk fisik penampilan ibu ira sangat modis, cantik dan awet muda. Untuk cara mengajar ibu ira jujur awalnya saya kaget, karena sangat berbeda sekali dengan dosen2 softskill sebelumnya, dosen2 sebelumnya mengajar dengan (bisa dikatakan) sangat santai, masuk sekedar ngasih materi apa2 saja yang harus di posting di blog. Terlebih dosen softskill saya di semester 2, sekalipun engga pernah masuk kelas, komunikasi hanya dilakukan by phone dengan ketua kelas. Setelah melihat cara mengajar ibu ira saya terbengong-bengong saking kagetnya. Ibu ira sangat tegas dalam menyampaikan materi, menjelaskan semua secara rinci tentang materi apa saja yang harus di posting ke blog secara satu persatu. Beliau menuntut semua mahasiswa aktif dan harus sempurna dalam mengerjakan sesuatu. Kontras sekali dengan dosen2 softskill yang telah mengajar saya di semester2 sebelumnya. Tapi walau bagaimanapun saya yakin bahwa saya bisa mengikuti aturan yang di berikan oleh ibu Ira. Sedikit demi sedikit saya akan mencoba merombak seluruh blog saya, yang sebeumnya hanya sekedar "asal punya blog" untuk kepentingan mata kuliah softskill, mulai sekarang blog saya akan sering saya perhatikan sedetail mungkin.

Saturday, May 21, 2011

OPINI SEJUJUR-JUJURNYA TENTANG ISU SOSIAL CEWE PEROKOK AKTIF, BUDAYA SEX PRA-NIKAH, DAN PEMAKAIAN CELANA HOT PANTS DI TEMPAT UMUM

  • Cewe Perokok aktif
Opini saya tentang cewe perokok aktif sepertinya wajar-wajar saja, selama orang itu merokok di tempatnya (smoking area) dan tidak mengganggu orang lain, itu ga jadi masalah. Yang jadi permasalahan selama ini adalah orang-orang yang merokok di tempat umum, dan hal itu tentunya mengganggu orang lain karna menyebabkan orang lain menjadi perokok pasif.
Mungkin pendapat orang lain kebanyakan selalu menilai yang negative tentang cewe perokok aktif. Tapi alangkah baiknya apabila kita tidak melihat orang dari sebelah mata, mereka merokok karna mereka punya alasan tersendiri, atau mungkin memang sudah jadi kebiasaan, yang jelas pepatah mengatakan “don’t judge book by the cover” jangan menilai orang dari luarnya, gak semua cewe perokok itu selalu negative.
  • Budaya sex pra nikah
Budaya sex pra nikah sudah tak asing lagi di dengar di kalangan anak muda jaman sekarang. Tidak sedikit mereka yang melakukan sex sebelum menikah lalu menyebabkan kehamilan dan akhirnya menikah muda karena MBA (married by accident). Tentu saja hal ini sangat salah karena melanggar semua norma2 yang ada.
Budaya sex pra nikah ini bukanlah budaya indonesia, melainkan budaya barat yang salah tapi masih sering di ikuti oleh masyarakat indonesia. Berawal dari salah pergaulan lalu berlanjut ke budaya sex pra nikah. Kalau sudah kejadian seperti ini tentu saja mencoret nama baik keluarga, terutama orang yang bersangkutan pasti namanya menjadi buruk di mata masyarakat sekitar.
  • Pemakaian celana hot pants di tempat umum
Pemakai celana hot pants di tempat umum menurut saya tergantung dari tempat umumnya. Tempat umum yang seperti apa yang di maksud disini. Jika seperti di angkutan umum atau pasar kayanya hal ini tidak wajar, sangat lucu keliatannya bisa2 jadi pusat perhatian para tukang ojek, tukang becak, sopir angkot dan pedagang-pedagang kaki lima. Tapi kalau misalnya tempat umum seperti pantai atau mall sepertinya wajar-wajar saja, sudah tidak aneh lagi bila melihat cewe ber-hot pants di tempat-tempat ini.
Disisi lain memang lagi marak-maraknya trend hot pants. Khusunya di kalangan anak muda. Biar terlihat lebih gaya dan mengikut trend. Biasalah anak-anak muda jaman sekarang kalau ga mengikuti trend pasti di ejek cupu sama teman-temannya.

Wednesday, April 13, 2011

PSSI VS MENPORA

Menteri Pemuda dan Olahraga Andi Mallarangeng menjamin, para atlet yang berpartisipasi pada pertandingan sepak bola Liga Primer Indonesia (LPI) tetap dapat masuk tim nasional Indonesia untuk mengikuti pertandingan tingkat internasional.

Sebelumnya, PSSI sempat mengancam pesepak bola yang bertanding di LPI tak dapat bergabung ke dalam timnas Indonesia. "Semua putra-putri terbaik bangsa bisa mewakili Merah Putih untuk pertandingan internasional dan menggunakan kostum nasional. Tidak ada diskriminasi soal agama, ras, politik, ataupun juga suku bangsa, atau klub dan parpol dalam olahraga," tegas Andi di Kantor Presiden, Jakarta, Kamis (6/1/2011).

Jaminan ini tertuang dalam Peraturan Presiden Nomor 22 Tahun 2010 tentang Program Indonesia Emas (Prima). Peraturan Presiden tersebut menjamin, setiap putra-putri bangsa yang berprestasi dapat mewakili Indonesia dalam kejuaraan olahraga internasional. Hal ini berlaku untuk semua cabang olahraga.

Andi mengatakan, PSSI tak berhak melarang atlet berprestasi untuk masuk ke tim nasional.

Pelatih tim nasional Indonesia Alfred Riedl mengungkapkan, Irfan Bachdim tidak bisa membela timnas bila tetap bermain di Liga Primer Indonesia. Menurut dia, LPI merupakan kompetisi tidak resmi.

Badan Tim Nasional (BTN) PSSI tetap memanggil Irfan mengikuti pelatnas timnas U-23 meskipun pemain keturunan Belanda tersebut tetap membela Persema Malang di LPI. Padahal, PSSI telah memperingatkan bahwa pemain yang bermain di klub LPI bakal dicoret dari timnas.

Deputi Bidang Teknis BTN Iman Arif beralasan, pihaknya memanggil Irfan karena LPI belum bergulir. Namun, Iman menjelaskan, PSSI berhak memutuskan nasib Irfan di timnas bila LPI sudah bergulir.

"Irfan memang tidak mengikuti seleksi. Dia kami butuhkan untuk timnas dan LPI belum bergulir. Jika LPI bergulir, kami akan menyerahkan segala keputusannya kepada PSSI. Kalau PSSI mencoretnya, kami akan mengikuti aturan tersebut," ujar Iman dalam jumpa pers yang digelar di Kantor PSSI, Kamis (6/1/2011).

Terkait hal ini, Riedl menyatakan, pemain boleh membela timnas jika bermain di kompetisi yang diakui FIFA. "Sangat simpel sebenarnya. Pemain tidak bisa membela timnas bila bermain di kompetisi yang tidak diakui FIFA," ujar Riedl.

Riedl akan menunggu keputusan PSSI jika nantinya Irfan tetap memperkuat Persema di LPI. Jika PSSI memutuskan mencoret Irfan, Riedl pun siap kehilangan pemain 22 tahun itu.

Para pendukung dan pecinta Si bule di Sekuad GARUDA akan kecewa . Bahkan para penggemarnya yang kebanyakan para Cewek akan Menangis histeris Karena Irfan Bachdim akan di coret Dari tim nasional indonesia Bahkan bisa jadi Tidak akan bisa main di TIMNAS untuk selamanya, jika Tetap main di LPI.

Wednesday, January 5, 2011

TIMNAS INDONESIA!


  • Hubungan PSSI dengan ke kalahan TIMNAS dan pengaruhnya terhadap supporter

Hubungan PSSI dengan kekalahan TIMNAS merah putih saya rasa cukup berpengaruh. Terbukti dari sumber yang saya dapatkan di jejaring social twitter beberapa hari lalu, yang di publikasikan oleh trax fm jakarta bahwa:
  1. "Timnas byk diganggu oleh kepentingan ga penting dr PSSI,agenda Riedl byk diganggu" -bung Towel-
  2. "Disiplin dr Riedl byk diganggu oleh petinggi2 PSSI,mulai dr kepentingan politik sampai wawancara dgn media yg trlalu byk" -bung Towel-
Pengaruh kekalahan TIMNAS terhadap supporter. Kekalahan TIMNAS pada leg 1 bukit jalil, Kuala lumpur (26/12/2010) mutlak 3 -0 tentunya sangat di sayangkan oleh seluruh supporter timnas indonesia. Terlebih lagi terlihat jelas sewaktu pertandingan berlangsung ada beberapa supporter malaysia yang bersikap tidak sportif, yaitu menggunakan laser dan mengarahkannya ke arah sekitar gawang indonesia dengan tujuan supaya pemain timnas indonesia terkicuh oleh laser tersebut dan malaysia dengan gampangnya mencetak gol. Riedl : "Sebenarnya tidak ada masalah dgn tim ini. Saya menyesalkan sinar laser yang ada."

Selanjutnya pada leg 2 Glora Bung Karno Jakarta (29/12/2010) para suporter timnas indonesia sangat kecewa pada PSSI. PSSI di anggap gagal dalam sistem penjualan tiket. Tidak sedikit masyarakat dari luar daerah yang datang jauh-jauh untuk menonton pertandingan secara langsung tetapi kehabisan tiket. Tidak sedikit pula yang rela antri dari malam hari guna untuk mendapat antrian di depan, tetapi tetap saja tidak kebagian tiket. Rasa kecewa para sopporter tidak dapat di bendung sehingga supporter memaksa masuk ke dalam stadion Glora bung karno lalu mendemo di dalamnya untuk meminta ketua PSSI "NURDIN HALID" turun dari jabatannya.


Sebelum pertandingan Leg 2 berlangsung melalui Andi Darussalam, "Tim Nasional Indonesia mengharapkan dukungan Masyarakat, dengan sikap tuan rmh yg baik". Terbukti selama pertandingan berlangsung hingga usai pertandingan walaupun indonesia kalah dari malaysia supporter timnas indonesia tetap bersifat sportif dan tidak melakukan tindakan anarkis yang menyebabkan keributan. Pemerintah berpendapat bahwa supporter indonesia sudah bersifat dewasa.

Walaupun timnas indonesia kalah tetapi para supporter tetap bangga atas kerja keras para pemain timnas yang sudah berusaha dan berhasil sampai final. Rasa bangga tersebut terlebih di tunjukkan kepada pelatih timnas indonesia "Alfred Riedl" yang telah berhasil menuntun indonesia sampai masuk final.

Pengaruh pemain naturalisasi terhadap kejayaan Indonesia

Pemain naturalisasi pengaruhnya sangat besar bagi timnas indonesia. Christian 'el loco' gonzales atau yang akrab di panggil Gonzales bermain sangat unggul setiap kali bertanding. Pemain berdarah Uruguay dengan nomor punggung 9 asal PERSIB bandung ini hampir di setiap pertandingannya selalu mencetak gol. Dan juga tidak ketinggalan Irfan bachdim, pemain berdarah indonesia - belanda dengan nomor punggung 17 asal PERSEMA ini ikut serta mencetak gol pada pertandingan. Wajah tampan irfan bachdim menambah nilai plus bagi supporter khususnya para kaum perempuan.